Jumat, 10 Februari 2012

CERPEN LOVE YOU

LOVE YOU       
                                                                                                                                                 


CINTA DALAM HATI
T
aku habis pikir aku melihat tingkah laku Syifa, Tak pernah aku melihat sedikitpun cela buruk di sikapnya , tingkah lakunya, semuanya tampak sempurna. Dia seorang yang pintar, cantik, baik, suka menolong, sayang orangtua  dan yang terpenting shalahah, Nampak tak ada beban dihidupnya tak pernah aku melihat dia murung apalagi sedih yang aku lihat hanya senyuman.
          Banyak teman-temanku yang mengaguminya tergila-gila padanya termasuk aku. Dia bagaikan bulan ditengah kegelapan, bagaikan pelangi di rintiknya hujan, dia bagai kan malaikat yang tak pernah melakukan kesalahan. Jujur aku menyukai dirinya tapi aku tak berani mengungkapkan perasaan ku yang sudah lama aku pendam ini.
             Hari ini aku melihat dia sedang asik melakukan latihan PMR  bidang eskul yang sangat di gemarinya. Dia pernah bilang padaku kelak nanti dia ingin bisa menolong orang yang sakit, ya… walau tidak jadi dokter dia juga mau aja jika jadi TIM SAR pahalanya besar katanya. Niatnya hampir sama dengan ku akupn ingin sekali menjadi Dokter.
“Rey……!!!!” Syifa melambaikan tangan menyapaku dengan lembut
“hay… !!” jawabku sambil menghampirinya.
“Rey bantuin aku…!! Ini tolong ikatkan ini ya!!! ‘’ katanya sambil memberiku seutas tali tambang
‘’oh iya….. ini untuk apa fa ? ‘’
‘’untuk tandu, !!’’
‘’oh… ! ini sudah !’’
‘’ok terimakasih Reyfan !!!’’
‘’sama-sama!’ aku pun meninggalkan Syifa rasanya masih terngiang- ngiang senyuman dan kata halus ucapan terimakasihnya padaku. Ya….namanya juga orang jatuh cinta hal yang kecilpun rasanya nampak besar sekali maknanya.
****
             Basket salah satu olah raga faforitku, hamper setiap sore aku latihan basket bersama kak Danang tetanggaku yang sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri, tapi suatu saat aku tak sengaja melempar bolaku terlalu jauh sampai tak sengaja mengenai seorang gadis yang sedang berjalan dekat lapangan basket kompleks rumahku, aku pun sergap menolongnya karena aku lihat dia langsung terjatuh dan nampaknya kesakitan.
‘‘Aduh maaf ya !!! kamu gak apa-apakan!“ kataku sambil membantunya berdiri
“gak apa-apa kok!‘‘ jawabnya sambil menoleh kearahku, dan ternyata gadis yang tak sengaja terkena lemparan bolaku itu Syifa WOW... kok bisa dia ada di sini.
‘‘ Syifa??? “
‘‘ eh Reyfan, aduh...!!‘‘ jawabnya sambil memegang kepalanya aduh rasanya aku besalah banget, dia nampak kesakitan.
‘’sorry ya fa...! sakit ya ? aku ga sengaja sorry ya!‘‘
‘‘iya..!gak apa apa kok lain kali hati-hati ya!!‘‘ Syifa hanya tersenyum padaku, rasanya jantungku dagdigdug melihat bibirya yang tersenyum manis, lamunanku buyar saat kak Danang menghampiriku dan membuat aku kaget.
‘‘siapa Rey?‘‘ kata Kak Danang
‘‘Oh...! ini  Syifa kak, teman Sekolahku, Syifa kenalin ini Kak Danang! Fa kamu kok bisa ada disini?kamu tinggal di sini?‘‘
‘‘oh iya aku baru pindah Miinggu kemarin Rey,  rumahku ada di gang Mawar no 34 nanti kamu main aja ke sana ya!, aku permisi pulang dulu! udah kesorean takut dicari ibuku! Assalamualaikum...!!‘‘
‘‘Walaikum salam..! sekali lagi maaf ya!‘‘ teriaku padanya yang mulai berjalan agak jauh.
            Syifa pun pergi,aku hanya terus menatapinya dari jauh, tapi Astagfirullah Syifa dia pingsan, aku dan kak danang langsung menghampirinya dan membawanya pulang kerumahnya.
           Sesudah mengantarkan Syifa, aku dan ka Danang pun pulang karena hari sudah magrib. Aku ngerasa bersalah banget karena lemparan bola itu Syifa pingsan. Dia benar-benar baik terlihat dia menyembunyikan kesakitannya itu dari ku.
“Rey... kamu kawatir banget.!!! Hemzzz kamu suka ya sama cewe tadi?“ kata Kak Danang mencoba mengodaiku
“akh... kak Danang...!! jujur dia cewe gebetan aku dari dulu!!!‘‘
‘‘kenapa gak nembak aja?“
“gak berani kak!!!‘‘
“akh... kamu mah , payah....! harus cepet-cepet loh nanti keburu ada yang duluin!!!’’
        Kak Danang benar perasaan ini jangan di pendam terlalu lama , kalau Syfa keduluan sama yang lain aku juga yang nyesel. Besok kan Minggu aku harus ke rumah Syifa PDKT sambil pelan-pelan buat dia suka sama aku.
****
“Assalamualakum....!“
“Waalaikum salam...! eh Reyfan ada apa Rey“
‘’ Fa aku mau minta maaf gara-gara aku kemarin kamu pingsa, maaf ya!  gimana, kamu gak    apa-apa kan?’’
‘’gak apa-apa kok Rey !’’
‘’Mmnnn....aku mau ngajak kamu jalan-jalan kamu mau ?’‘
‘‘aduh.... aku sih mau aja!!! Tapi....sorry hari ini aku ada acara, tapi kalau kamu mau ikut boleh aja kok!!!‘‘
‘‘oh gitu boleh lah aku ikut ya kemana?‘‘
‘‘adalah kamu ikut aja oke...!‘‘ 
          Aku penasaran dia mau kemana ya? Tapi kok malah ke pemukiman kumuh gini sih, ya tuhan ternyata Syifa mau mengajar anak jalanan, sungguh mulia hatinya. Tak lupa dia membagikan nasi bungkus yang sudah dia persiapkan dari rumah. Tanpa pikir panjang akupun ikut membantunya mengajar.
‘‘duh senangnya mengajar anak-anak ini lucu-lucu!!hehehe‘‘ kata Syifa sambil terus menatap tingkah polah anak-anak jalanan itu. Aku hanya bisa menatapi senyuman yang tulus di wajahnya dia benar-benar bagai malaikat. Pantas sekolah dia pergi dengan berjalan kaki dan tak pernah jajan di kantin ternyata jatah uang jajannya dia kumpulkan untuk membantu anak-anak ini.
‘‘Kamu jangan liatin aku gitu donk !! malu nih...!!!‘‘
‘‘oh.... aduh sorry! eh ini udah kan kita ketaman yuk!!‘‘ jawabku dengan laga salting.
‘‘boleh yuk...!!!‘‘ kami pun duduk di bangku taman  berdampingan ini saat yang tepat untuk nembak dia aku harus bisa.
‘‘memmmzzz!!! Fa ada yang mau aku omongin...!‘‘
‘‘omongin aja...!‘’
‘’aku….aku…. suka sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku!!’’ Syifa hanya tertunduk diam dan menghela nafas
‘‘ Aku juga suka sama kamu Rey....!!‘‘ aduh aku hanya bisa tersenyum aku tak tau harus bagai mana tapi aku senang banget aku hanya bisa memeluknya .
****
COBAAN CINTA
        Hari demi hari telah aku jalani bersama Syifa, tak pernah ada perselisihan diantara kami, kami selalu sepaham dalam menghadapi masalah. Banyak teman-teman yang bilang kita pasangan yang serasi. Tapi aku tak tau akhir-akhir ini Syifa suka murung jika sedang sendiri di kelas bahkan sering kali meneteskan air mata. Tapi saat aku menghampirinya dia berpura-pura tidak ada apa-apa dia hanya tersenyum , saat aku menanyakan “kenapa“ dia selalu mengalihkan pembicaraan, Ada apa sebenarnya aku khawatir ada sesuatu yang penting yang dia sembunyikan.
‘‘Fa, kamu kenapa???‘‘
‘‘apaan sih Rey, aku gak apa-apa!!!‘‘
‘‘serius....!!! trus kenapa kamu murung? Jangan nutup-nutupin sesuatu dari aku deh!!‘‘
‘‘bener... gak ada apa-apa kok!!‘‘
        Bel sekolah berbunyi waktu istirahat sudah habis. Aku dan Syifa pun masuk kelas masing-masing. Tapi begitu ditengah pembelajaran Rizki teman satu eskulnya memanggil ku keluar, hatiku rasanya tak enak ada apa nih. Aku pun langsung  minta izin keluar sebentar.
‘‘Ada apa ki?‘‘
‘‘ Syifa Rey..... Syifa mimisan terus pingsan mukanya pucat sekarang sedang di bawa ke rumah sakit....!!‘‘ jawabnya dengan nada panik tak pikir panjang akupun menyusulnya ke rumah sakit, apa ini arti dari sikap Syifa belakangan ini? Tuhan tolong jangan sampai ada apa-apa pada Syifa.
‘‘Sus pasien yang bernama Syifa dimana?‘‘
 ‘‘oh... dia di UGD anda siapanya?“
“saya pacarnya Sus!‘‘
“oh kalu begitu silahkan tunggu di ruang tunggu, juga tolong hubungi orang tuanya!‘‘
‘‘oh baik sus, tapi Syifa gak apa-apa kan?‘‘
‘‘Kami masih terus berusaha....! saya permisi dulu!“
****

KANKER OTAK
        Jam berdetak semakin kencang sekarang sudah pukul 5 lebih menjelang magrib tapi Syifa belum ada kabar satu Dokterpun belum ada yang keluar dari ruang Operasi, aku baru tau kalau ternyata Syifa terkena kangker Otak stadium lanjut, tapi dia selalu menyembunyikannya padaku bahkan orangtuanya. Dia tak mau merepotkan oranglain.
       Tak lama seorang Dokter keluar dari ruang operasi aku dan orang tua Syifa pun menghampirinya.
“Gimana Dok Anak saya bisa di selamatkan kan!!“ kata pa Tio ayah dari Syifa
“sejauh ini baik tapi kita tunggu sampai pukul sembilan malam kalu tetap seperti ini berarti operasinya Sukses tapi....! jika pasien kritis lagi berarti.....!! akh kita lihat nanti ya! Saya permisi dulu,  o iya sebelum pasien di operasi dia sempat siuman dan menitipkan ini! Katanya untuk Rey....Reyfan !“ jawab Dokter itu apa ini ini nampak seperti Diary “pluk...“  apa itu!! Surat....!!! ini surat untuku dari Syifa

“Rey aku sayang banget sama kamu, maafin aku karena aku bohong sama kamu.....!!! 
LOVE YOU
  SYIFA
“Aku maafin Fa...! LOVE YOU TO!“ kataku sambil menatapi Syifa yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan perban di kepalanya. Aku baca Diarynya isinya mulai dari mengajar anak jalanan bersamaku, hal-hal saat kita pacaran, sampai saat dia diponis menderita kanker otak.
      Aku yang  terus ada di sampingnya memegang tanganya sekali-kali mengaji untuknya. Sampai tak terasa sudah tiga hari dia koma dan belum siuman. Tuhan kembalikan dia kepada kami aku tahu dia orang baik tolong izinkan Syifa bergabung lagi kepada kami.
      Ya ampun tangan Syifa bergerak “Fa...Syifa...!!‘‘ kataku sambil menatap mukanya pelan-pelan matanya terbuka “Rey...!“ senyuman itu....senyuman itu terlihat lagi, “Syifa..... bentar aku panggil Dokter dulu ya!“ saat aku hendak melangkah tangan Syifa memegang tanganku menahan ku. “Gak usah....aku Cuma sebentar kok!!“ sebentar apa maksudnya! “maksud kamu Fa?“  kataku hanya senyuman yang terpancar di wajahnya.“ Aku harus pergi Rey! Jaga diri kamu baik-baik ya!! Jangan lupa shalat! Aku titip orang tuaku ya!! Ayah ibu bilang aku sayang mereka! Love you!“
 “nit...nit...nittttttt!“  ya ampun Fa kamu kenapa? Elektrokardigraf bergaris lurus apa ini artinya...? jangan sampai ya tuhan  “Dok...Dokter..!“.
****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar