MISTERY
RUMAH KOSONG
BY: ADELINE Y.S
Liburan tahun ini aku habiskan di rumah kakek di Cianjur, saat sampai di sana aku sudah diakrabkan oleh kawan-kawan sebayaku.Di sana mereka amat ramah padaku ”Ca ceritakan dong bagai mana sih tingal di kota” kata Siska salah satu temanku di sana “ah biasa saja disana hanya diakrabkan dengan kendaraan polusi dan gedung bertingkat beda dengan disini udaranya sejuk indah lagi” jawabku “oh begitu, kamu mau tau gak cerita yang lagi heboh disini!” kata Siska kawan baruku ”memangnya apa Sis?“ tanyaku penasaran “sst Siska kamu teh meni comel ih!” Imas melotot ke arah Siska aku semakin penasaran karna itu “aku mau tau dong ceritanya!” sambil kami beli bakso Siska menceritakan nya padaku “jadi gini di pojok desa ini ada rumah kosong dulu ada yang nempatin sih tapi satu keluarga mati di rumah itu karna di rampok tapi mayat yang ditemukan cuman Pak Salim,Bu Irma trus anaknya gak tau tuh kemana ada yang bilang anaknya selamat aa juga yg bilang anaknya diculik ma tu perampok! trus rumah itu gak ada yang urus deh jadi di cap angker” sambil tertatawa akupun bertanya “kamu percaya Sis?” tanyaku sambil tersenyum “kok kamu ketawa minggu kemarin Pak Agus melewati rumah itu sekitar pukul 10 malam tiba-tiba terdengar ada yang menanagis di rumah suaranya kaya perempuan trus sambil tergesa-gesa Pak Agus lari masuk rumah Pak Rt, kan setau orang sini rumah itu udah kosong” kata siska sambil membayar baksonya, “ah masa aku jadi penasaran antar aku liat yuk“ kataku “ih Caca kamu teh gak takut kalau saya mah gak ikut ah! Takut……iiiii. udah ah pulang dulu dah!” sambil mem bayar bakso Imas pun pergi ”kamu mau antar aku kan Sis?” tanyaku, Siska pun tak langsung menjawab ia berfikir sejenak tapi karena menghargaiku dia mau mengatar ku “ hayu atuh aku antar tapi liat aja yah gak usah lama-lama” katanya “iya” jawabku.
Sambil berjalan menuju rumah kosong itu aku terkagum dengan keindahan suasana di sana beberapa saat kemudian kami tiba di sana “ini rumahnya Sis? bagus ya kalau di renopasi pasti jadi hunian mewah” kataku terkagum, tapi memang benar rumah itu bagus, mewah bangunannya hanya tanaman liar dan cat yang kusam yang buat rumah itu terlihat seram “iya memang besar rumahnya orang dulunya rumah orang kaya, tapi ini tetep rumah kosong yang serem, Ca dah sore pulang yuk” saat kami hendak pulang tiba-tiba ada gadis berbaju merah memegang bahuku sambil merunduk aku pun kaget dan langsung berlari pergi, saat aku menengok kebelakang gadis itu pun sudah tidak ada “Astagfirullah tukan rumah itu ada setannya” kata siska sambil terengos-engos “untung aku gak pingsan!!” kata Siska, “iya,pulang yuk!”.
Sepulang dirumah aku menceritakan semua kejadiaan itu ke kakek “duh…cu kamu jangan seperti itu lagi yah aki takut kamu kenapa-napa “ kata kakek ku sambil meelus-elus rambutku,
“udaah atuh ki jangan kawatir Caca bisa jaga diri kok”
“iya atuh Ca aki percaya udah sana tidur”
“iya ki Caca tidur dulu yah!” kataku menjawab
” iya jangan lupa merdoa ya cu”.
****
Keesokanya aku bertemu dengan Imas kami pun berbincang-bincang
“Imas lagi apa kamu”
“eh Caca biasa disuruh ibu beli garam”
“oh gitu jalan-jalan yuk”
“Jalan-jalan kemana?”
“ya jalan-jalan kemana aja”
“iya atuh tunggu sebentar saya antar ini dulu ke rumah, kamu tunggu di sini saja“ kata Imas”ok jangan lama-lama ya!” beberapa saat Imas datang membawa temannya Siska dan Ivan “ih imas kamu the meni lama” kataku sambi memakan es “maaf atuh aku the ngajak Siska sama Ivan” kata Imas,sambil memperkenalkan Ivan temannya” hai Caca aku Ivan” kata Ivan sambil menjabat tangan ku ”hai juga aku Caca” jawabku
“Ca kamu mau jalan-jalan ke mana?” tanya Imas “sesebetulnya aku masih penasaran aku pingin ke rumah kosong itu lagi!” kataku gugup “Astagfirulloh Caca kamu teh gak inget kejadian kemarin gimana? lier kamumah!” kata siska melotot kearah ku aku pun ragu atas omonganku itu tapi entah kenapa aku ingin sekali kesana rumah kosong itu terus terngiang di kepalaku “memangna kajadian naon kitu” kata Ivan penasaran “iyah kajadian naon”kata Imas juga bertanya
Sambil berjalan kearah rumah kosong itu aku dan siska menceritakan kejadian itu “ih kalian hebat gak pingsan mun si imas mah geus merun pingsan he..he!”kata Ivan dengan nada meledek “enak saja kamu Ivan gak akan segitunya atuh memang kamu berani?” kata Imas membalas ledekan Ivan “ya udah kita lihat aja atuh oiya sekalian aja kita masuk kerumah itu buat sekedar ngecek dan nguji agrenalin aja gitu” kata Ivan “ih gak mau akh kamu teh aku masih mau hidup“ kata Siska sambil menghentikan langkahnya “tapi Sis kalau kita gak cari tau mungkin saja misteri itu tetap jadi misteri bukannya itu meresahkan kita juga!“ kataku „“aku setuju sama caca kalu kita bisa pecahkan misteri ini kita bisa jadi pahlawan loh!“ jawab Ivan menyetujui.
Dengan rasa takut kami melangkah kearah rumah itu pintu kami buka dan betapa kagetnya kami saat melihat didalam rumah itu amat besih, rapi, wangi. apakah ada yang membersihkan rumah itu? atau memang ada yang tinggal di rumah itu tapi memang kata Siska sesekali ada orang dengan membawa mobil mewah datang ke rumah itu tapi entah mau apa orang itu ke sana “wah ini the rumah atau moll besar banget“ kata Imas kagum “iya saya kira di dalam teh kotor banyak tikus,kecoa dan sejenisnya! “kata Ivan, ”eh udah atuh pulang aku takut” kata Siska, mungkin dia masih truma atas kejadian kemarin ”bentar atuh Sis kamu gak penasaran rumah ini besar bersih siapa yag bersihi coba! lagi pula kalau ada yang datang sesekali kesini gak akan terus bersihkan!” kata Ivan sambil melihat kanan kiri rumah itu.
“ Iya juga perkiraanku ada yang tinggal di sini” kata ku “Assalamualaikum……ada orang disini” kata ivan sambil berjalan-jalan “kamu the ngomong sama siapa Ivan!” kata imas sambil menepuk bahu ivan “ya salam aja siapa tau ada orangnya“ kata ivan, tiba-tiba terdengar suara orang yang bersin ”Haasyimmm….” Kami terkejut dan saling berpelukan “siapa tadi nu bersin “kata siska ketakutan “iya siapa tadi yang bersin kamu ya Imas!” kataku sambil menunjuk ke muka Imas “bukan-bukan aku tah si Ivan meureun ” kata Imas menunjuk kearah ivan “bukan aku tau” kata ivan sambil menggelengkan kepala “terus siapa atuh?” kata Siska.
“Tuh kan aku makin yakin serang ada orang disini, hello ada orang di sini udah jangan takut kami gak jahat kok ayo keluar aja jangan takut!” Kata ku, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki semakin lama semakin keras dan terdengar seperti dari atas rumah “ iiiiiiiituuu apa! Seeeetan!” kata Imas gemetar “ sssttt Imas diem kamu teh itu bukan setan itu orang!!! Udah kami udah tau ada orang disini keluar...!“ kataku aku tidak merasa takut sama sekali karena aku yakin setan yang takut samamanusia bukan manusia yang takut sama setan. Ternyata terlihat ada seorang gadis memakai gaun putih dengan rambut panjang terurang yang turun dari lantai atas.“siapa kalian mau apa kalian disini!!! Pergi....pergi....pergi...!!“ katanya dengan lagak ketakutan. “kami orang baik kok kami Cuma mau tau dan meyakini diri kami kalu rumah ini benar-benar angker atau sebenarnya hanya kesalah pahamman semata ‘’ kataku dengan nada halus mencoba menenangkannya.
“bukan urusan kalian.....!“
“jelas urusan kami karena kamu teh desa kami dirumbung ketakutan kalau lewat rumah kamu, kamu gaknyadarnya!!“ jawab Ivan dengan lantang
“tapi aku takut....!! di luar sana banyak penjahat aku takut! Orang tuaku meninggal gara-gara di rampok penjahat 3 tahun lalu, aku gak bisa apa-apa darah berceceran dimana-mana aku takut! “ katanya sambil menutupi muka kecilnya dengan tangan nya.
“o iya kita belum kenalan nama kamu siapa? Kenalin aku Caca ini Imas, Siska, Dan ini Ivan“
“aku......Key...Keysya!“
“okey...Key sekarang kamu tenang coba ceritakan kepada kami kenapa kamu bisa seperti ini?“
“aku trauma Cha....!aku takut kalau hal yang terjadi kepada orang tuaku terjadi padaku! Makanya aku memilih tinggal disini mengurung diri dari dunia luar! Jujur aku hanya percaya pada kakakku ka Jane, ya dia sudah menikah sekarang diaikut suaminya. Aku diajak tapi aku gak mau aku memilih tinggal disini, aku gak percaya sama orang lain mukanya dua Cha yang merampok orangtuaku kariawannya sendiri yang sakit hati karena dipecat ayahku! “
“lalu kamu betah diam disini, sendiri, gak sumpek atau jenuh atau kamu gak niat untuk sekolah?“
“aku betah kok lagi pula disini kan aku gak diem aku main sama binatang-binatang peliharaanku, juga melukis itu hobyku!“
“tapi kamu gak bisa gini aja kamu harus belajar keluar dari rasa takut kamu itu coba aja deh kamu pasti bisa lukisan kamu bagus-bagus mungkin kamu bisa jadi pelukis handal kamu gak tertarik?“
“ya...sih tapi....!“ sebelum melanjutkan kata-katanya sudah dipotong oleh Siska
“akh kamu banyak tapinya udah mau ya!!!“
“iya deh...!“ jawabnya sambil tersenyum
****
Akhirnya Key terlepas dari traumanya itu dia tau bahwa Dunia itu indah, Lukisannya laku Di lelang dengan harga yang memuaskan. Dia sekolah di kota jurusan seni mengejar cita-citanya jadi pelukis, dia juga menyumbangkan rumah besarnya itu untuk desa rencananya akan di jadikan Panti Asuhan. Dan Mistery Rumah Kosong itupun sudah terpecahkan, warga desa kakekpun sudah tidak dihantui ketakutan, dan yang terpenting aku mendapat pelajaran penting di liburan tahun ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar